Selasa, 18 Mei 2010

IKI serian number cs 3

S/N: 1045-0640-7570-6160-0674-4577 or
s/n: 1326-0110-5569-6121-4741-2255 or
s/n: 132606517402042440668309
or Name: waters s/n: 13724000812 or
s/n: 1326-0651-7402-0424-4066-8309 or
s/n: 4343-2344-9803-8904-3378-9432 or
s/n: 1329-0352-5602-3552-´510-1754 or s/n: 1329-0267-4911-3894-4929-5767 or
s/n: 1326-0651-7402-0424-4066-8309 or
s/n: 132607508173996638955607

utowo iki

1330-1372-9699-0991-7825-8608
1330-1848-7305-6860-0283-5092

selengkapnya golek nang keygenguru.com opo klik iki


[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 02 Mei 2010

Blogger Indonesia bisa dapat SmadAV Pro gratis

Hanya sekedar Sharing Informasi,mungkin sebagian sudah Tahu

Khusus buat para blogger Indonesia yang punya blog dengan tingkat popularitas yang memenuhi persyaratan, anda bisa mendapatkan Registration Key untuk menggunakan SmadAV Pro secara GRATIS tanpa memberikan donasi. Caranya cukup mudah, cukup memasang banner lalu melakukan konfirmasi melalui email ke pengembang SmadAV.

Ini merupakan sebuah cara yang inovatif untuk menawarkan sebuah software "berbayar". Dengan begini 'kan bisa memacu blogger untuk membuat blog yang berkualitas.

Ini pemberitahuan dan persyaratan buat blogger yang tertarik mendapatkan Registration Key SmadAV Pro, seperti yang saya kutip dari forum SmadAV:

Bagi para Blogger Indonesia yang punya blog/situs pribadi silakan request untuk meminta Registration Key di thread ini atau lewat email smadav@gmail.com. Roll Eyes

Syaratnya blog/situs untuk pemasangan banner Smadav : Wink

* Anda harus mempunyai blog/situs.
* Pasang Banner pada Blog/situs Anda (wajib menggunakan kode banner image 125x125 di bawah*).
* Banner harus diletakkan di tempat strategis di blog tersebut
* Banner harus terus dipasang sampai akhir tahun 2010
* Blog mempunyai trafik pengunjung cukup besar. Silakan cek PageRank dan AlexaRank blog/situs Anda : popuri.us
o PageRank minimal 2, atau
o Jika PageRank 1 maka AlexaRank < 1.000.000, atau
o Jika PageRank 0 maka AlexaRank < 400.000
* Tidak ada toleransi untuk syarat ini, hanya blog yang memenuhi syarat diatas yang akan diberi key Smadav Pro
* Kirim konfirmasi ke smadav@gmail.com untuk meminta (max 3) Registration Key dan sertakan alamat blog Anda.


*Kode banner image 125x125 :

Sumber :

smadav antivirus indonesia

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 23 Maret 2010

PBNU Luncurkan Unit Observatorium Bergerak

Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan unit observatorium bergerak yang dinamai Nahdlatul Ulama Mobile Observatory (NUMO) di Jakarta, Rabu malam.

NUMO dirancang dan dirakit oleh Biro Litbang Lajnah Falakiyah (lembaga astronomi) PBNU atas gagasan salah seorang anggotanya, Hendro Setyanto, ahli astronomi alumni ITB yang juga alumni Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Perangkat unit observatorium NUMO ditanam di sebuah mobil minibus yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan, misalnya atapnya bisa digeser untuk mengeluarkan teropong.

Kelengkapan interior mobil ini antara lain AC, radio tape, sound system, instalasi listrik, genset, lemari, dry cabinet, GPS, mounting, teropong, TV / layar monitor 32 inch, komputer, printer, koneksi internet, DVD player, LCD, theodolit, gawang lokasi, rubu`, tongkat istiwa`, dan globe.

Sebagai unit observasi keliling, NUMO dapat dioperasikan dimana saja dan dapat digunakan untuk observasi bulan meliputi rukyatul hilal, perjalanan bulan, dan rukyah bulan tua, observasi matahari terutama untuk mengetahui waktu shalat, observasi Bintang Komet dan lain-lain, serta observasi gerhana matahari dan gerhana bulan.

NUMO juga bisa dimanfaatkan untuk mengukur arah kiblat, menghitung waktu shalat, dan pelayanan konversi tanggal.

Mobil observatorium ini dapat terhubung dengan data dari Institusi Astronomi International dan potret observasinya dapat ditayangkan ke monitor.

"Mobil ini akan menjadi media pendidikan bagi anak-anak, terutama untuk siswa madrasah dan santri di pesantren, serta kalangan umum yang ingin mendalami dunia astronomi," kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri.

Profesor Thomas Jamaluddin dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan, keberadaan NUMO merupakan suatu lompatan besar dari NU yang selama ini dikesankan sebagai organisasi Islam tradisional.

"Ini bukan terobosan, tapi satu lompatan besar bagi ormas yang dulu dikesankan tradisional, karena NU bukan sekedar memfasilitasi teleskop namun juga sarana pembelajaran untuk generasi muda," katanya.

Hal senada dikemukakan Dr Muji Raharto dari Observatorium Bosscha yang menyatakan bahwa NUMO merupakan sarana partisipasi PBNU untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Banyak masyarakat bisa belajar langsung tentang ilmu astronomi melalui NUMO ini," katanya.

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 22 Maret 2010

Presiden Saksikan Laga Arema Lawan Persitara

MALANG--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan menyaksikann laga Liga Super antara Arema Indonesia melawan Persitara Jakarta Utara pada 30 Maret 2010 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim."Kami sudah mendapatkan kepastian jadwal Presiden SBY untuk membuka KSN di GOR Ken Arok dan sorenya langsung menuju Stadion Kanjuruhan Kepanjen untuk menyaksikan pertandingan Arema Indonesia dengan Persitara," ucap panitia lokal Kongres Sepak bola Nasional (KSN), Peni Suparto, Kamis.

Menyinggung persiapan Kota Malang yang ditunjuk sebagai tuan rumah KSN akhir Maret mendatang, Peni yang juga Ketua Umum Persema itu mengatakan, sarana dan prasarana sudah disiapkan secara matang, termasuk penginapan bagi seluruh peserta.Menurut Wali Kota Malang ini, ada tiga hotel yang digandeng untuk penginapan sekitar 400 orang peserta KSN dari seluruh Indonesia. Namun, untuk lokasi penyelenggaraan KSN yang jadwalkan selama dua hari (30-31/3) berlangsung di Hotel Santika.

Selain di Kota Malang, katanya, ada alternatif Presiden SBY menginap di Batu."Itu baru alternatif, dan masih belum pasti," ujarnya.

Ide diselenggarakannya KSN di Malang itu berawal dari keprihatinan Presiden SBY terkait prestasi persepakbolaan nasional yang semakin lama semakin "hancur", bahkan di kawasan ASEAN saja Indonesia tidak mampu "bicara" banyak.Dipilihnya Malang sebagai tuan rumah, di antaranya prestasi Kota Malang yang mampu mengantarkan dua tim profesionalnya berlaga di ajang LSI 2009/2010 serta keberadaan suporter dari dua tim tersebut, terutama kiprah Aremania (suporter Arema) yang pernah menyandang gelar suporter terbaik Indonesia.

Sumber

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 18 Maret 2010

Aspartame = Pembunuh yang Manis

MALANG - Jika benar beberapa jenis minuman yang diduga mengandung aspartame itu bukan sekadar isu, masyarakat harus benar- benar tidak mengkonsumsinya.
Betapa tidak aspartame atau pemanis buatan untuk minuman ringan adalah zat kimia yang berbahaya untuk tubuh. Aspartame sebenarnya adalah pembunuh yang manis.

Menurut Doktor Ilmu Biomedik Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), Dr Ir Chanif Mahdi MS, aspartame merupakan struktur ikatan antara asam amino bebas dan metil. Bila masuk dalam pencernaan akan menjadi amino dan metanol yang bersifat racun atau toxin. ‘’Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi aspartame bisa menghasilkan formalin dalam tubuh,’’ ungkapnya.
Jika formalin ini sudah masuk dalam tubuh, menurut Staf Lab Biokimia UB ini, akan menimbulkan keracunan. Dalam jumlah besar akan menimbulkan penyakit seperti gangguan retina mata, migren, dan depresi.
Mekanismenya, bila aspartame atau pemanis dikonsumsi, maka metanolnya secara cepat diubah menjadi formalin. Secara perlahan dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, sistem imun, kekebalan tubuh, dan gangguan genetik.
Hasil penelitian di Amerika menunjukkan konsumsi aspartame bisa menyebabkan akumulasi formalin. Yang membentuk ikatan dengan protein, hepar, ginjal dan otak.
‘’Perlu dilakukan uji lab mengenai kandungan aspartame pada minuman yang disebutkan dalam SMS itu. Karena jika benar ada dalam minuman, maka bahayanya memang bisa menyerang otak,” tegasnya.
Disamping metilnya yang sangat berbahaya, kandungan asam amino bebas yang ada dalam aspartame juga sama berbahayanya. Karena dapat meningkatkan kerusakan seperti formalin.
Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia. Sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan. Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan. Aspartame bukan tebu gula tapi merupakan pemanis sintetis.
Karena itu menurut Sekretaris Program Vokasi UB ini, perlu dilakukan uji lab untuk menguji kebenaran sms berantai tersebut.
Seperti diketahui SMS berantai ini menyebutkan beberapa produk minuman energi, kesehatan, sari buah dan produk minuman lain memiliki kandungan aspartame. Kandungan ini tak lain adalah sebuah pemanis buatan pengganti gula.
Dalam sms berantai tersebut dijelaskan, jika aspartame mengandung racun yang menyebabkan diabetes, kanker otak dan bisa mematikan sumsum tulang belakang seseorang.
‘’Bahaya aspartame memang seperti yang disebut dalam sms, tapi apakah benar merk yang disebut dalam sms itu perlu diuji di lab,’’ imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum melakukan tindakan apapun terkait sms berantai yang belakangan ini beredar di ponsel masyarakat Malang.
‘’Yang berwenang untuk menarik peredaran sebuah produk makanan dan minuman kan BPOM, jadi kita tidak akan berbuat apa-apa. Hanya saja, kita sedang bersiaga jika ada kabar terbaru dari BPOM,’’ ucap Enny.
Ditambahkan, secara logika, jika sebuah produk beredar tentu disertai dengan izin dari dinas kesehatan. Sehingga jika dinilai membahayakan bagi konsumen, tidak mungkin ijin edar akan diterbitkan.
‘’Karena ada banyak kemungkinan dari sms berantai yang tidak bertanggungjawab itu. Bisa saja kan itu ada persaingan dagang. Jadi untuk saat ini kami dari pihak dinkes mengambil sikap waspada saja,’’ urai dia.
Enny mengaku, dirinya belum mengetahui secara pasti isi dari sms berantai tersebut, namun ia menegaskan bahwa apapun jenis zat kimia jika kandungannya dalam sebuah produk melebihi ambang batas maka akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh manusia.
Karena sifat zat-zat tersebut adalah meninggalkan residu dalam tubuh. ’’Dikonsumsi secara berlebihan juga akan memberik efek negatif, jadi ya memang sebaiknya sesuai dengan kebutuhan saja,’’ imbuh Enny. (oci/fia/avi)

Sumber : Malangpos

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 28 Februari 2010

Rasa Malas Karena Kencing Setan

Para salaf kita sangat tekun mengamalkan sunah dan salat malam. Habib Segaf bin Muhammad Assegaf berkata, "Aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail sejak usia 7 tahun." Dalam Risalatul Qusyairiyah seorang saleh berkata, "Sejak usia 3 tahun, aku tidak pernah meninggalkan qiyamullail."

Di masa kanak-kanaknya, Abu Yazid Al-Busthami belajar mengaji Quran pada seorang guru. Suatu saat ia sampai pada firman Allah: "Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), yaitu seperduanya atau kurangi sedikit dari seperdua itu." (QS Al-Muzzammil, 73:1-3)

Sepulangnya dari belajar, ia bertanya kepada ayahnya, "Ayah, siapakah orang yang diperintahkan oleh Allah untuk bangun malam?" "Anakku, beliau adalah Nabi Muhammad SAW. Aku dan kamu tidak mampu meneladani perbuatan beliau," jawab ayahnya. Abu Yazid terdiam.

Pada pelajaran berikutnya, ia membaca ayat: Dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. (QS Al-Muzzammil, 73:20)

Sepulangnya dari belajar, ia bertanya lagi kepada ayahnya. "Siapakah yang bangun malam bersama Nabi SAW?"

"Anakku, mereka adalah sahabat-sahabat beliau."

"Ayah, jika kita tidak seperti nabi dan tidak pula seperti sahabat-sahabat beliau, lalu kita ini seperti siapa?"

Mendengar ucapan ini, tergeraklah hati sang ayah untuk bangun malam. Hari itu juga, ia mulai salat malam. Si kecil Abu Yazid ikut bangun.

"Tidurlah anakku, engkau kan masih kecil," bujuk ayahnya.

"Ayah, ijinkanlah aku salat bersama ayah, kalau tidak, aku akan mengadukan ayah kepada Tuhanku," jawabnya.

"Tidak demi Allah, aku tidak ingin kamu mengadukan aku kepada Tuhanmu. Mulai malam ini salatlah bersamaku."

Abu Yazid selalu bermujahadah hingga ia mencapai kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Pernah diriwayatkan bahwa suatu hari ia berkata, "Barangsiapa mengetahui namaku dan nama ayahku akan masuk surga." Nama Abu Yazid dan ayahnya adalah Thoifur bin Isa.

Tingkat ketekunan menentukan derajat ketinggian.

Siapa ingin kemuliaan janganlah tidur malam.

Barang siapa bersungguh-sungguh, ia akan memperoleh yang diinginkan. Barangsiapa mengetuk pintu, ia akan masuk. Barang siapa menempuh perjalanan, ia akan sampai dan akan menganggap kecil apa yang telah dikorbankan.

Penuntut ilmu hendaknya bangun sebelum fajar, walaupun hanya setengah jam sebelumnya. Jika ia bangun setelah fajar, maka setan telah kencing di telinganya. Dan barang siapa telinganya dikencingi setan, ia akan memulai harinya dengan perasaan malas. Syeikh Ahmad bin Hajar berkata bahwa setan benar-benar telah mengencingi telinga orang itu, namun ia tidak wajib menyucikannya karena kejadian itu bersifat batiniah.

Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul Asyraf, Kisah dan Hikmah

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 25 Februari 2010

MEMBUAT WAJAN BOLIC MENGGUNAKAN “N Connector”

PERALATAN Persiapan

Peralatan dan bahan yang perlu di siapkan:

BAHAN

1. Wajan diameter 36” (semakin besar diametr semakin bagus)
2. PVC paralon tipis diameter 3” 1 meter
3. Doff 3” (tutup PVC paralon) 2 buah
4. Aluminium foil
5. Baut + mur ukuran 12 atau 14
6. N Connector female
7. kawat tembaga no.3
8. Double tape + lakban

1. Penggaris
2. Pisau/ Cutter
3. Solder + timah nya
4. Gergaji besi

TAHAP PENGERJAAN

1. Siapkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan.

2. Lubangi wajan tepat di tengah wajan tersebut seukuran baut 12 cukup satu lubang saja.

Kemudian, ukur diameter wajan, kedalaman wajan dan feeder/ titik focus. Untuk lebih jelas nya silahkan liat gambar di bawah.

Contoh :



Parabolic dish dg D = 70 cm, d = 20 cm maka jarak titik focus dari center dish : F

= D^2/(16*d) = 70^2 / (16*20) = 15.3 cm

Pada titik focus tsb dipasang ujung feeder. Untuk mendapatkan gain maksimum.

3. Potong PVC paralon sepanjang 30 cm, kemudian beri tanda untuk jarak feeder nya (daerah bebas aluminium foil),Untuk menentukan panjang feeder nya gunakan rumus di atas.

4. Beri lubang pada bagian paralon untuk meletakkan N Connector.

5. Potong kawat tembaga yang sudah disiapkan sesuai dengan ukuran yang didapatkan dari hasil kalkulasi website di atas. Dan solderkan pada N Connector yang telah di siapkan.

6. Selanjut nya, bungkus PVC paralon dengan dgn aluminium foil pada daerah selain feeder, kalau aluminium foil yang ada tanpa perekat, maka untuk merekatkan nya bisa menggunakan double tape

7. Lalu pasangkan N connector ke PVC Paralon yang telah dilubangi tadi.

8. Pada bagian doff (tutup PVC paralon) yang akan di pasang pada ujung dekat dengan N Connector harus di beri aluminium foil, sedangkan doff yang di pasang pada wajan tidak perlu di beri aluminium foil.

9. Dan pasangkan doff tersebut ke PVC paralon.

10. Kemudian, wajan yang telah di bolongi tadi dipasangkan dengan doff yang satu nya lagi, sebelum nya doff tersebut dilubangi sesuai dengan ukuran bautyang sudah di siapkan, dan kencangkan secukupnya.

11. Kemudian tinggal pasangkan PVC paralon tadi ke wajan yang sudah di pasangdoff.

12. Dan Wajan bolic sudah siap untuk digunakan browsing, atau paling tidak untuk wardriving.


Berikut adalah Gambar Wajan Bolik yang sudah jadi :


Kabel USB +/- 1000 meter (Taruh di Menara Masjid)

Wajan Bolic Yang sudah Jadi

Tanpak Depan

Tanpak samping Kiri

Tampak Samping kanan

Sekian dari kami semoga bermanfaat bagi kita semua, terutama buat wong Njeru Tumpang (Jepang).


[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 24 Februari 2010

Pembangunan Makam Gus Dur Akan Habiskan Dana Rp 145 Miliar

Jombang - Makam mantan presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur akan dijadikan obyek wisata religius. Untuk itu, pihak Pemkab Jombang menganggarkan dana sebesar Rp 145 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum.

Untuk tahap awal, Pemkab Jombang akan melakukan penataan dengan menganggarkan dana sebesar Rp 10 miliar. Dana sebesar Rp 10 miliar itu untuk pembebasan lahan parkir seluas 2 hektar di Dusun Seblak Desa Cukir, Kecamatan Diwek, pembangunan fasilitas umum berupa toilet, kamar mandi dan fasilitas tempat bagi peziarah di area makam. Seperti pendopo orang mengaji dan ziarah.

Selain itu pihak Pemkab Jombang juga membebaskan lahan di sebelah selatan wilayah Ponpes Cukir sebagai lahan parkir seluas 2 hektar. Untuk rencana dana sebesar Rp 10 miliar itu masih digodok ke provinsi sekaligus sharing pembangunan. Sebab jika mengambil APBD Jombang, pihak pemkab tidak akan mampu.

"Untuk tahap awal masih melihat kondisi, ini sebatas rencana dan rencana yang perlu disetujui oleh legislatif, meski sudah disetujui oleh Bupati Jombang, Suyanto," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang, Agus Riadi kepada detikcom di kantornya, Jalan Wahid Hasyim, Rabu (24/2/2010).

Untuk tahap kedua atau jangka menengah, kata dia, akan menelan biaya sebesar Rp 103 miliar. Hal itu meliputi perluasan dan pelebaran jalan dari Kota Jombang menuju Ponpes Tebuireng, sepanjang 7 Km. Rencananya, perluasan dan pelebaran jalan ini ditargetkan mulai tahun 2011 mendatang.

"Sebab jalan dari Kota Jombang menuju Ponpes Tebuireng sangat sempit dan hanya berjarak 3,5 meter saja dari sisi jalan kanan dan kiri. Jika ada perluasan tentu juga mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi," tambahnya.

Sementara jangka panjang, Pemkab Jombang juga menganggarkan dana sebesar Rp 32 miliar untuk perawatan, meski belum dikonsep secara detail dan belum dibahas. "Semua dana itu sharing antara APBD Pemkab Jombang dan Pemprov Jatim dan kemudian diajukan ke pusat. Sebelumnya kita sudah mengajukan ke komisi D DPRD Jatim dan mereka setuju meski ada pembahasan di sana," jelasnya.

Sementara itu pengasuh Ponpes Tebuireng yang juga adik Gus Dur, KH Salahudin Wahid menyambut baik rencana yang digulirkan Pemkab Jombang. "Kalau pemkab mau membangun fasilitas umum bagi peziarah kami setuju-setuju saja. Kalau Pemkab Jombang saja memang tidak mampu," tambahnya.

Sumber : DetikNews (fat/iy)

[+/-] Selengkapnya...

PKB Dukung Pembangunan Wisata Ziarah di Makam Gus Dur

Jakarta - Rencana Pemkab Jombang menggelontorkan dana Rp 145 miliar untuk mengembangkan wisata ziarah makam Gus Dur mendapat dukungan PKB. Sekjen DPP PKB Lukman Edy mendukung penuh rencana tersebut karena Gus Dur memang milik bangsa.

"Saya kira itu ide dan gagasan bagus. Gus Dur itu sudah menjadi milik bangsa ini. Tapi saya kira semua harus dipersiapkan dengan baik," kata Lukman kepada detikcom, Rabu (24/2/2010).

Menurut mantan Menteri PDT ini, pembangunan makam Gus Dur sebagai kawasan wisata religi jangan sampai menggangu proses belajar mengajar di Ponpes Tebuireng. "Yang penting itu bisa mengamankan proses belajar anak-anak belajar di pondok. Kalau tidak diatur sedemikian rupa, penziarah yang membludak itu akan mengangu proses belajar," paparnya.

"Jadi pembangunan tata ruangnya harus benar-benar bagus. Bagaiman santri tidak tergangu, dan penziarah bisa enak dan nyaman," paparnya.

Saat ditanya mengenai biayanya yang mencapai ratusan miliar, Lukman menilai terlalu besar. Namun jika biaya itu termasuk untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju Kecamatan Cukir, Jombang, Lukman bisa memahami.

"Kalau dana Rp 145 miliar itu untuk membangun kawasan makam saja, saya kira terlalu besar. Saya yakin kalau Gus Dur masih ada, nggak setuju kalau ada pemborosan. Tetapi kalau dana itu untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan dianggarkan beberapa tahun, mungkin saja," pungkasnya. (yid/fay)

Sumber : DetikNews

[+/-] Selengkapnya...

Wisata Ziarah Gus Dur Rp 145 M

Yenny: Makam Gus Dur Sederhana Saja, Rp 145 M untuk Hapus Kemiskinan

Jakarta - Pemkab Jombang berencana menggelontorkan dana Rp 145 miliar untuk membangun infrastruktur wisata religi ziarah makam mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sementara, keluarga menginginkan makam Gus Dur tetap dibuat sederhana.

"Untuk makam Gus Dur, cukup fasilitas umum yang sederhana saja," kata putri Gus Dur, Yenny Wahid dalam pesan pendek pada detikcom, Kamis (25/2/2010).

Menurut Yenny, keluarga tidak tahu menahu mengenai rencana Pemkab Jombang. "Mendengarnya juga dari berita," lanjut Yenny.

Keluarga Gus Dur, lanjut Yenny, sangat menghargai perhatian yang diberikan Pemkab Jombang. Namun keluarga juga mengusulkan, kalau anggaran sebesar itu bisa lebih bermanfaat untuk pengentasan kemiskinan di daerah Jombang.

"Ini sesuai dengan semangat perjuangan Gus Dur selama ini," pungkas Yenny.

Sumber : detikNews
(fay/iy)

[+/-] Selengkapnya...

Menapaki Jejak Gus Dur

BUKU berjudul Jagadnya Gus Dur; Demokrasi, Pluralisme, dan Pribumisasi Islam yang ditulis KH Zainal Arifin Thoha ini adalah buku yang mengulas jejak langkah, pemikiran-pemikiran dan gerakan Gus Dur. Mulai gerakan kultural (sebagai ketua umum PB NU) sampai pada struktural (menjadi presiden keempat RI).

Dalam buku ini dikatakan bahwa Gus Dur adalah sosok kiai yang cerdas, karismatik, dan jenaka. Dia selalu bersikap i'tisar, yakni menyenangkan orang lain dengan selalu bersikap akomodatif dan demokratis, serta mampu mengalahkan dirinya sendiri. Dalam hal ini, banyak anak muda dan tokoh nonmuslim yang terinspirasi, baik dari tulisan maupun pernyataan-pernyataan Gus Dur.

Resonansi kekiaian Gus Dur juga tidak hanya dirasakan kalangan umat Islam, tetapi juga di kalangan umat agama lain. Itu sebabnya, kepergian Gus Dur tidak hanya ditangisi oleh kalangan umat Islam, tetapi juga umat agama lain. Hal ini terbukti dari maraknya acara doa lintas iman dan keyakinan yang dirapalkan di berbagai daerah di Indonesia, baik untuk kesembuhan Gus Dur semasa sakit maupun untuk ketenangan arwah Gus Dur yang kini sudah dipanggil ke hadirat-Nya.

Ulama Aktivis

Seperti dikatakan Abdul Moqsith Ghazali (2010) bahwa semasa hidup, Gus Dur bukan hanya tokoh pemikir dan ulama yang bertafsir dan berteologi dari atas menara. Dia adalah seorang aktivis yang terlibat dalam kerja-kerja advokasi, terutama terhadap kelompok-kelompok tertindas, baik dari agama, etnis, maupun gender. Gus Dur akan hadir, misalnya, ketika buruh dan pedagang kaki lima mengalami ketidakadilan. Dia bersumpah akan terus membela hak-hak sipil kelompok Ahmadiyah tatkala hak-hak mereka dirampas. Dia akan datang begitu ada rumah ibadah yang dibakar. ''Manusia perlu dibela, Tuhan tidak,'' kata Gus Dur. Upaya seperti itulah yang membedakan Gus Dur dengan banyak tokoh lain.

Bagi kita, barangkali eksistensi Gus Dur telah menerbitkan tantangan tersendiri, bahwa siapa saja dan di mana saja bisa bangkit dan berdiri seraya melakukan perubahan-perubahan (mulai dari diri sendiri) untuk masyarakat, bangsa dan dunia, yang memiliki arti penting bagi nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan kemajuan. Bagi Indonesia, eksistensi Gus Dur telah menerbitkan angin segar yang penuh kebaruan dan harapan bahwa negara bukanlah suara entitas mistis, sakral dan tak terjamah. Sebaliknya, negara tidak lain hanyalah satu entitas dari pluralitas entitas, yang masing-masing (seharusnya) memiliki independensi, yaitu saling menerima dan memberi tanpa intervensi. Dengan demikian, betul-betul tercipta civil society atau kewarganegaraan yang mandiri.

Sang ''Pamomong''

Gus Dur memang sang ''pamomong". Dia figur yang memiliki watak mengayomi, membimbing, serta memperteguh kasih sayang atas sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang status sosialnya. Sikap yang ditunjukkan kepada pejabat, misalnya, atau bahkan kepada presiden sekalipun, tidak berbeda dengan sikap yang diberikannya kepada wong cilik. Itu sebabnya, setiap kali mengadakan open house di kediamannya, Gus Dur tetap saja ramah dan penuh kasih sayang kepada siapa saja yang datang. Gus Dur juga seolah telah ditakdirkan oleh sejarah untuk selalu ''zig-zag''. Karena itu pula, barangkali, dia diemong oleh sejarah untuk menjadi jembatan antar berbagai kepentingan.

''Zig-zag'' itu terlihat betapa Gus Dur kecil yang lahir di Pesantren Denanyar, Jombang, kemudian harus pindah ikut orang tuanya ke Jakarta, yang memperkenalkannya dengan khazanah dunia modern. Kemudian dia harus pindah ke Jogjakarta, kembali pada dunia pesantren, termasuk ke Magelang. Lalu dia mengenal dunia Timur Tengah, juga beberapa negara Eropa, lalu kembali ke Jombang, dan pindah serta menetap di Jakarta. Dengan ''zig-zag'' seperti itu Gus Dur menjadi banyak mengenal pluralitas budaya.

Sebagai pamomong, Gus Dur memang memiliki banyak warna. Sebagai figur seorang ulama, dia dikenal dengan wacana ''pribumisasi Islam''-nya. Sebagai negarawan, Gus Dur dikenal dengan gagasan-gagasan ''demokrasi''-nya. Sebagai politikus, Gus Dur dikenal dengan ''politik zig-zag"-nya. Sebagai pemimpin masyarakat, Gus Dur dikenal sebagai ''king makers"-nya. Sebagai budayawan, Gus Dur dikenal dengan ''humor-humor cerdas''-nya. Sebagai cendekiawan dan intelektual, Gus Dur dikenal dengan pemikiran ''liberal''-nya; dan sebagainya. Inilah gambaran sosok sang pamomong, sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai ke-tawadluan sekaligus kebebasan; sosok yang memerankan diri laksana ''bandul jam'' yang terus bergerak dinamis, dari kutub ke kutub yang lain, lalu menciptakan keseimbangan (hlm. 28).

Oleh karena itu, kepergian Gus Dur sesungguhnya adalah kehilangan besar bagi bangsa ini. Terlebih di tengah keprihatinan yang ditimbulkan oleh kecenderungan kuasa untuk merobohkan tiang demokrasi yang sejak lama diperjuangkan Gus Dur. Dalam situasi demikian, seperti dikatakan Yudi Latif (2010), tugas intelektual untuk ''berkata benar pada kuasa'' penting dipancangkan sebagai penjaga kewarasan bangsa. Keberanian berkata ''benar'' inilah warisan kepahlawanan Gus Dur yang teramat mulia untuk dijunjung tinggi tunas pahlawan masa depan.

Ali Ibn Abi Thalib, salah seorang sahabat Nabi Saw, pernah berkata bahwa ''jika seorang pahlawan alim meninggal, terjadilah lubang dalam komunitas yang tidak tertutupi hingga datang alim lain yang menggantikannya''. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa kita tengah berada dalam transisi pencarian figur-figur ''Gus Dur'' baru untuk melanjutkan perjuangannya.

Oleh karena itu, hadirnya buku Jagadnya Gus Dur ini setidaknya bisa menggugah hati kita untuk mengetahui, memahami, dan meneladani jejak langkah, pemikiran, dan gerakan Gus Dur, dan selanjutnya mampu meneruskan perjuangannya. Semoga. (*)

*) Puji Hartanto , Pemerhati Sosial dan Budaya. Pengelola PP Hasyim Asyari Jogjakarta

Judul buku: Jagadnya Gus Dur; Demokrasi, Pluralisme, dan Pribumisasi Islam

Penulis : KH Zainal Arifin Thoha

Penerbit : KUTUB, Jogjakarta

Cetakan : Januari 2010

Tebal : xvi + 276 Halaman

Sumber : Jawapos Online

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 23 Februari 2010

Memperingati Maulid Nabi

Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.

Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi --orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub --katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.

Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.

Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarang naskah tersebut yakni Syekh Ja'far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul 'Iqd Al-Jawahir (artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.

***

Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.

Dua kalimat syahadat itu dilambangkan dengan dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga bernama Gamelan Kiai Nogowilogo dan Kiai Gunturmadu, yang ditabuh di halaman Masjid Demak pada waktu perayaan Maulid Nabi. Sebelum menabuh dua gamelan tersebut, orang-orang yang baru masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dulu memasuki pintu gerbang "pengampunan" yang disebut gapura (dari bahasa Arab ghafura, artinya Dia mengampuni).

Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi disebut Gerebeg Mulud. Kata "gerebeg" artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha).

Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi'ul Awal (Mulud), sudah dihapal luar kepala oleh anak-anak NU. Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakdo Mulud). Ada yang hanya mengirimkan masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.

Ada yang hanya membaca Barzanji atau Diba' (kitab sejenis Barzanji). Bisa juga ditambah dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba, dan lain-lain, dan puncaknya ialah mau’izhah hasanah dari para muballigh kondang.

Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya), mau’izhah hasanah pada acara temanten dan Muludan.

Dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa'at kepadanya di Hari Kiamat." Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”

Sumber : NU Online (A Khoirul Anam --dari berbagai sumber).

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 22 Februari 2010

Penalti Menangkan Arema atas Persebaya

Malang - Arema Malang meraih kemenangan 1-0 atas Persebaya Surabaya. Gol tunggal 'Singo Edan' diciptakan Pierre Njanka di menit 90 lewat eksekusi tendangan penalti.

Pada laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (21/2/2010) malam WIB, Persebaya yang bertindak sebagai tim tamu tak kehilangan semangat bertanding. Di hadapan ribuan Aremania, mereka mampu memberikan perlawanan.

Pada menit 26, 'Tim Bajul Ijo' memberikan ancaman terhadap pertahanan Arema. John Tarkpor melepaskan sebuah sepakan keras dari luar kotak penalti, namun bola membentur bek Arema dan akhirnya melebar,

Arema membalas tiga menit menjelang babak pertama usai. Tusukan Fakhrudin berhasil membelah pertahanan Persebaya. Aksinya ini diakhiri dengan sebuah tendangan. Hasilnya? Bola masih melebar di samping gawang.

Andalan Persebaya, Andi Oddang, memiliki kans untuk membuat timnya unggul semenit menjelang turun minum. Sial baginya, sepakannya, ketika tinggal berhadapan dengan kiper Kurnia Mega, masih bisa dijinakkan oleh sang pengawal gawang.

Pada babak kedua, pertandingan masih berjalan relatif seimbang. Namun demikian, kedua tim masih belum ada yang berhasil membobol jala lawan.

Derby Jawa Timur ini akhirnya berubah arah setelah wasit memberikan tendangan penalti untuk Arema di menit 90. Njanka pun dipercaya maju untuk menjadi eksekutornya.

Tendangan kaki kanan bek asal Kamerun ini akhirnya mampu membobol jala Syaifudin. Gol ini mengubah skor berubah menjadi 1-0 dan bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini membuat Arema bertahan di puncak klasemen dengan nilai 45, unggul sembilan poin atas Persipura yang ada di urutan dua. Semetara Persebaya tetap bertahan di urutan 12 dengan raihan nilai 25.

Sumber : Detik Sport

[+/-] Selengkapnya...

NU Tolak Sanksi Pidana Pelaku Nikah Siri

JAKARTA - Pemberlakuan sanksi pidana untuk pasangan nikah bawah tangan (siri) dan kawin kontrak (mut'ah) terus menuai kontroversi. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jimly Asshiddiqie menilai, sanksi pidana tersebut amat penting untuk tujuan pendidikan.

''Kawin siri dan kawin kontrak sekarang sifatnya transaksional, hanya sebagai justifikasi atau kedok dari perzinaan terselubung. Fungsi ancaman pidana hanya alat untuk mendidik dan mencegah penyalahgunaan," ujar Jimly sebelum bertemu Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Andi Tumpa di gedung MA kemarin (17/2).

Menurut Jimly, nikah siri dan kawin kontrak sah secara hukum agama. Namun, dalam pelaksanaannya, tak bisa dimungkiri banyak terjadi penyimpangan dari tujuan pernikahan yang amat mulia.

Di tempat terpisah, Ketua PB NU Ahmad Bagja justru berpandangan lain. Dia menolak rencana penerapan aturan yang termuat dalam draf RUU Hukum Material Peradilan Agama tersebut. Menurut dia, sangat tidak logis alasan penghukuman pelaku nikah siri. ''Sementara di sisi lain, perzinaan dan kumpul kebo masih dianggap bagian hak asasi manusia karena suka sama suka,'' ujar Bagja di Jakarta kemarin.

Dia mengakui, meski legal secara syariat Islam, nikah siri memang belum lengkap. Karena itu, Rasulullah masih memerintahkan akad nikah agar diumumkan dan diresepsikan (walimah). "Tapi, sekalipun menuju kesempurnaan itu perintah, hukumnya sunah, bukan wajib," tambahnya.

Menurut Bagja, kalaupun nanti negara mengambil alih kesempurnaan itu lewat aturan, cukup melalui kewajiban administratif dan sanksi keperdataan. Misalnya, belum akan diberikan pengakuan negara sebagai keluarga dan sebagainya. "Kalau pakai pidana, yang kawin siri dapat saja mengaku kumpul kebo, kemudian bebas berdasarkan hak asasi. Malah aneh nggak?" ujar Bagja.

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim juga mengisyaratkan penolakan dengan dalih penerapan pidana itu merupakan bukti intervensi negara dalam urusan privat. Menurut Ifdhal, perkawinan adalah konsensus dua pihak yang kedudukannya seimbang sehingga tidak bisa diintervensi negara. Negara, kata dia, hanya berhak meregistrasi perkawinan tersebut. ''Negara wajib menyiapkan tempat dan ruang bagi warga negara untuk melakukan registrasi perkawinan. Namun, karena ini urusan privat, kalau kedua pihak tidak mau meregistrasi, negara tidak berhak memaksa," kata Ifdhal kemarin.

Untuk itu, Ifdhal mengatakan tidak setuju bila negara bertindak lebih jauh dengan menerapkan sanksi pidana bagi pihak-pihak yang tidak mau mencatatkan perkawinan dalam sistem administrasi negara. "Kalau terjadi intimidasi dalam perkawinan, justru negara melanggar hukum," tegasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan tetap mendukung pemberlakuan sanksi pidana bagi pelaku nikah siri dan kawin kontrak. Meski demikian, Amidhan menegaskan bahwa nikah siri tidak haram sepanjang memenuhi semua syarat dan rukun perkawinan.

''Kalau semua hak (pelaku pernikahan) diberikan, semua syarat dan rukun dipenuhi, (nikah siri) tidak haram. Namun, kalau (pernikahan siri) merugikan salah satu pihak, tentu harus dicegah,'' ujar Amidhan ketika dihubungi kemarin.

Menurut Amidhan, hak dan kewajiban pelaku perkawinan siri sama dengan perkawinan yang dilakukan di depan petugas Kantor Urusan Agama (KUA). Suami tetap wajib memberikan penghidupan kepada istri dan anak-anaknya sesuai kemampuan. Suami juga wajib memberikan hak waris kepada anak-anaknya yang dilahirkan dari perkawinan siri. Besarnya sama dengan hak waris yang diberikan kepada anak-anak yang lahir dari pernikahan yang tercatat di administrasi negara. ''Pada praktiknya, karena perkawinannya tidak diakui negara, tidak ada kewajiban bagi suami memberikan hak waris bagi anak-anak yang lahir dari pernikahan seperti itu,'' terangnya.

Amidhan menuturkan, sanksi bagi pelaku kawin siri dan kawin kontrak sebenarnya sudah ada dalam UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam UU tersebut, orang yang tidak melaporkan perkawinannya ke Kantor Urusan Agama diancam hukuman kurungan tiga bulan dan denda Rp 7.500. Karena itu, dia setuju bila RUU Hukum Material Peradilan Agama memperbarui sanksi bagi perkawinan siri dan mut'ah. "Namun, karena sifatnya hanya hukuman pendidikan, saya mengharapkan sanksi kurungannya kurang dari satu tahun," katanya. (noe/dyn/agm)

Sumber : Jawa Pos

[+/-] Selengkapnya...

Gus (Gus Dur)

Gus
Oleh : Reporter Oryza A. Wirawan (beritajatim.com)

Gus, saya ingat hari itu: saat Sampeyan harus meninggalkan istana dengan 'penuh luka'. Parlemen menggulingkan Sampeyan. Ditemani sanak kerabat dan kawan-kawan dekat, Sampeyan bercelana pendek menemui para pendukung. Orang-orang menangis. Bangsa ini tak pernah menghargai proses, dan tak pernah belajar menghargai apa yang sudah di tangan. Kita menginginkan lebih, dan seorang seperti Sampeyan, ketika dirasa tak cukup untuk memuaskan hasrat itu, juga dipaksa untuk minggir.

Orang bilang, Sampeyan ini gampang berubah-ubah sikap. Isuk dele, sore tempe (pagi bilang kedelai, sore bilang tempe). Orang bilang, Sampeyan tidak konsisten. Namun, terus terang saja, saya kini menjadi ragu manakah yang sebenarnya gampang mengubah sikap dan pendapat: Sampeyan atau bangsa ini.

Saya ragu, jangan-jangan bangsa ini yang sebenarnya gampang terkena amnesia sejarah, dan Sampeyan hanyalah satu dari sedikit parrhesias: orang yang berani mengungkapkan apapun dalam pikirannya dan tak menyembunyikan apapun kecuali kebenaran dan keinginan untuk mengingatkan. Keterbukaan dalam ucapan memang kadang menyakitkan, terutama di tengah masyarakat yang sekian lama hidup dalam ketakterusterangan dan pasemon.

Saat Sampeyan menunjukkan keberpihakan kepada kaum minoritas, sampeyan dituduh tidak membela kaum sendiri dan menjadi corong kaum minoritas. Keberpihakan sampeyan, Gus, selalu dibenamkan dalam asap teori konspirasi yang bikin bingung. Kita seperti lupa, bahwa hari ini kita bisa tetap menjadi Indonesia karena adanya penghormatan terhadap liyan, sesuatu yang dipandang minor. Sampeyan cuma mengingatkan kembali, namun rupanya bangsa ini sulit untuk diingatkan tentang sesuatu yang benar.

Ketika Sampeyan mengusulkan pencabutan TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 tetang larangan penyebaran komunisme-leninisme-marxisme, orang ramai-ramai berteriak lantang. Sampeyan dianggap sudah keterlaluan, karena membangunkan 'hantu lama' Karl Marx. Orang agaknya lupa, komunisme sudah lama bangkrut, dan kelaparan maupun kemiskinan sudah tak ada urusan lagi dengan ideologi. Bangsa ini mungkin lupa pula, bahwa kita butuh rekonsiliasi, dan tak menumpuk kesumat hingga tulang sumsum.

Sampeyan adalah orang yang percaya, bangsa ini harus didewasakan dengan jalan menerima perbedaan pendapat apapun, termasuk soal ideologi. Namun Sampeyan juga orang percaya bahwa Pancasila adalah asas yang tepat untuk mengikat bangsa ini, bukan yang lain. Sampeyan memperkenalkan 'pribumisasi Islam', sesuatu yang dihujat pula oleh orang-orang yang merasa jalan ber-Islam adalah jalan tunggal. Orang-orang itu, Gus, menolak pernyataan seorang parrhesias seperti Sampeyan yang mengingatkan: seorang muslim berhak hidup dengan banyak predikat, termasuk hak untuk menjadi Jawa dan bukan Arab, menjadi Batak dan bukan Arab, menjadi Madura dan bukan Arab, menjadi Indonesia dan bukan Arab.

Di saat orang mulai pesimis dengan pemerintahan Suharto dulu, sampeyan justru mendekat dan bersalaman. Orang mencibir, dan lagi-lagi lupa, bahwa Sampeyan memang harus mendekat kepada pemerintah karena 'seribu hari hidup dengan pemimpin yang lalim masih jauh lebih baik daripada hidup sehari di sebuah negara tanpa pemimpin'.

Gus, saya gembira, setelah Habibie, Sampeyan menjadi orang yang mendesakralisasi istana dan jabatan presiden. Menjadi presiden seolah bukanlah apa-apa, dan tak ubahnya ketika seseorang menjadi petani, pedagang pracangan, atau pengamen di tepi jalan. Sampeyan memang perlu pengamanan protokoler, tapi Sampeyan tak pernah merengek-rengek tentang kemungkinan Sampeyan dibunuh, oleh kelompok Muslim garis keras yang menuduh Sampeyan bersekongkol dengan Israel. Sampeyan jalani hidup sebagai Presiden tanpa harus was-was bakal kena bom sewaktu-waktu, atau jadi target tukang bedil jitu.

Namun, Orang lantas marah-marah, saat Sampeyan mengatakan kebenaran bahwa DPR tak ubahnya taman kanak-kanak. Orang bilang Sampeyan adalah presiden yang tak mengeri etika. Orang seperti lupa, bahwa hanya anak-anak yang berebut sesuatu tanpa etika dan aturan. Menurunnya angka partisipasi pemilih yang antre di bilik-bilik suara saat pemilu menunjukkan bahwa orang pun kini tak percaya dengan 'taman kanak-kanak' itu.

Sampeyan memang akhirnya digulingkan, dipinggirkan. Nasib sampeyan persis seperti nasib Plato yang mengingatkan Dionysius. Seperti kata Michel Foucault, seorang parrhesias mengambil risiko untuk dihukum, diasingkan, dan dibunuh, karena keberaniannya mengatakan sesuatu yang benar.

Gus, hari ini sampeyan mewariskan Partai Kebangkitan Bangsa dan menitipkan Nadhlatul Ulama kepada bangsa ini. Orang mulai pesimis tentang masa depan PKB, dan siapa yang bakal menjadi orang seperti Sampeyan di NU. Tapi bagi saya, bukan itu yang terpenting. Saya, sebagaimana mungkin banyak orang, hari ini berharap: pemikiran Sampeyan tentang pluralisme, kebangsaan, dan demokrasi, tak akan tertelan hasrat Machiavellian yang menjadikan kedua organisasi itu sebagai 'pasar sapi'.

Terakhir, saya tengadahkan tangan ke langit dan berharap Tuhan akan memandikanmu dengan air salju dan embun pagi. Membersihkanmu dari segala kesalahan, sebagaimana Tuhan membersihkan baju yang putih dari kotoran. semoga Tuhan menjaga tidur panjangmu, Gus. [wir] di kutip dari beritajatim.com

Foto dari : ruanghati.com

[+/-] Selengkapnya...

Posting Pertama

Posting Pertama Just Ngetesss

[+/-] Selengkapnya...

Image and video hosting by TinyPic
Melayani Shooting & Photo Acara Resepsi Pernikahan dan documentasi acara resmi, bikin undangan dsb, Hubungi kami 08125257091 / 0341-5411499 (Yung - Wates Pc.)

Pengikut

Blog Favourite

WEB AREMA


Tentang Blog ini

Masih dalam perbaikan...

  © Web Design 'Ijo-ijo' by Arek Jepang 2010

Balik nang Nduwur